Generator KSP SMP

SPENTIKER Minggu, 31 Mei 2026
Generator KSP SMP Premium

Generator KSP Terpadu

EDISI KURIKULUM MERDEKA LENGKAP

Mode Edit Bebas

Anda dapat mengedit seluruh teks langsung di lembar sebelah kanan layaknya MS Word. Kolom di bawah hanya untuk mempercepat pengisian Biodata berulang (Auto-Fill).

Pengisi Cepat (Auto-Fill)

KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN (KSP)

SMP NEGERI .....................................

Berkarakter, Berprestasi, dan Berwawasan Global
Berlandaskan Profil Pelajar Pancasila

DIMENSI PROFIL LULUSAN

  • - Keimanan dan Ketakwaan kepada Tuhan YME
  • - Kewargaan
  • - Penalaran Kritis
  • - Kreativitas
  • - Kolaborasi
  • - Kemandirian
  • - Kesehatan
  • - Komunikasi

Disusun Oleh:

Tim Pengembang Kurikulum

SMP Negeri .....................................

Alamat Sekolah : ........................................................................
Desa/Kelurahan : ........................................................................
Kecamatan : ........................................................................
Kabupaten/Kota : ........................................................................
Provinsi : ........................................................................

DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN/KOTA .....................................

PROVINSI .....................................

TAHUN PELAJARAN 20.... / 20....

--- HALAMAN BARU ---

LEMBAR PENGESAHAN

KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN (KSP)
SMP NEGERI ...........................
TAHUN PELAJARAN ...........................

Setelah memperhatikan pertimbangan dari Komite Sekolah dan hasil rapat dewan pendidik, maka Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) SMP Negeri ........................... Tahun Pelajaran ........................... ditetapkan dan diberlakukan sebagai pedoman penyelenggaraan pendidikan di SMP Negeri ........................... KSP ini disusun sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta mengacu pada kebijakan Kurikulum Merdeka.

Ditetapkan di: ............................
Tanggal: ............................

Mengetahui:

Ketua Komite





Nama & Gelar

NIP.

Nama kota, Tgl.-Bln-Th

Kepala SMPN ........................





Nama & gelar

NIP.

Mengesahkan:

Kepala Dinas Pendidikan





Nama & Gelar

NIP.

i
--- HALAMAN BARU ---

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat, karunia, dan petunjuk-Nya sehingga Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) SMP Negeri ................................. Tahun Pelajaran ................ dapat disusun dengan baik. KSP ini disusun sebagai pedoman dalam penyelenggaraan pendidikan dan pelaksanaan proses pembelajaran di satuan pendidikan guna mewujudkan pembelajaran yang berkualitas, berkarakter, serta sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman dan kebijakan Kurikulum Merdeka.

Kurikulum Satuan Pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam mengarahkan seluruh program pendidikan di sekolah agar berjalan secara terencana, sistematis, efektif, dan berkelanjutan. Melalui KSP ini, sekolah dapat mengembangkan pembelajaran yang berpihak kepada peserta didik, memperhatikan karakteristik lingkungan sekolah, kebutuhan peserta didik, potensi daerah, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan demikian, diharapkan peserta didik mampu berkembang secara optimal baik dalam aspek akademik maupun nonakademik.

Penyusunan KSP ini merupakan bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan pada pengembangan kompetensi, karakter, kreativitas, dan kemandirian peserta didik melalui pembelajaran yang bermakna dan kontekstual. KSP ini juga mengintegrasikan penguatan literasi, numerasi, pembelajaran berdiferensiasi, keterampilan abad ke-21 (4C), Higher Order Thinking Skills (HOTS), serta penguatan Profil Pelajar Pancasila sebagai upaya membentuk peserta didik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkarakter mulia, mandiri, kreatif, bernalar kritis, mampu berkolaborasi, dan memiliki kepedulian sosial.

Dalam penyusunannya, KSP ini mengacu pada berbagai regulasi pendidikan yang berlaku, capaian pembelajaran, karakteristik satuan pendidikan, serta hasil analisis konteks sekolah. Oleh karena itu, dokumen ini diharapkan mampu menjadi acuan bagi seluruh warga sekolah dalam melaksanakan kegiatan.

Kota, Tanggal

Tim Pengembang Kurikulum

ii
--- HALAMAN BARU ---

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
LEMBAR PENGESAHANi
KATA PENGANTARii
DAFTAR ISIiv
BAB I PENDAHULUAN1
A. Latar Belakang1
B. Dasar Hukum3
C. Tujuan Penyusunan KSP5
D. Sasaran KSP5
E. Fungsi KSP7
F. Prinsip Pengembangan KSP8
G. Acuan Pengembangan KSP9
BAB II ANALISIS KARAKTERISTIK SATUAN PENDIDIKAN11
A. Analisis Konteks11
B. Karakteristik Satuan Pendidikan11
C. Potensi dan Peluang Pengembangan23
D. Tantangan dan Permasalahan26
BAB III VISI, MISI, DAN TUJUAN SEKOLAH29
A. Visi Sekolah29
B. Misi Sekolah30
C. Tujuan Sekolah31
D. Strategi Pencapaian34
BAB IV PENGORGANISASIAN PEMBELAJARAN38
A. Pengorganisasian Pembelajaran SMP38
B. Struktur Kurikulum39
C. Intrakurikuler46
D. Kokurikuler48
E. Ekstrakurikuler51
F. Kalender Akademik53
G. Kriteria Kenaikan Kelas dan Kelulusan56
H. Asesmen Nasional59
I. Mutasi Peserta Didik62
iv
--- HALAMAN BARU ---
BAB V PERENCANAAN PEMBELAJARAN65
A. Capaian Pembelajaran66
B. Alur Tujuan Pembelajaran66
C. Modul Ajar / RPPM67
D. Asesmen Pembelajaran67
E. Pembelajaran Berdiferensiasi67
F. Penguatan Literasi, Numerasi, 4C, dan HOTS68
BAB VI PENDAMPINGAN, EVALUASI, DAN PENGEMBANGAN PROFESIONAL69
A. Pendampingan69
B. Supervisi70
C. Evaluasi Pembelajaran70
D. Pengembangan Profesional Guru71
E. Tindak Lanjut71
BAB VII PENUTUP73
A. Kesimpulan73
B. Saran74
LAMPIRAN-LAMPIRAN
v
--- HALAMAN BARU ---

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) merupakan dokumen penting yang disusun oleh satuan pendidikan sebagai pedoman dalam penyelenggaraan pembelajaran sesuai dengan karakteristik, kebutuhan, dan potensi sekolah. Dalam implementasi Kurikulum Merdeka, KSP berfungsi sebagai acuan utama bagi sekolah dalam merancang, melaksanakan, mengevaluasi, dan mengembangkan proses pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, fleksibel, kontekstual, dan relevan dengan perkembangan zaman.

Penyusunan KSP ini mengacu pada Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 tentang perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. Regulasi tersebut menegaskan pentingnya penguatan kualitas pembelajaran, fleksibilitas kurikulum, pengembangan karakter peserta didik, serta penyesuaian pembelajaran terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat.

Selain itu, penyusunan KSP ini juga mengacu pada Panduan Pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan Edisi Revisi Tahun 2025 yang diterbitkan oleh Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen RI. Panduan tersebut memberikan arah dan strategi bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum yang adaptif, berorientasi pada kebutuhan peserta didik, serta mendukung terciptanya pembelajaran yang mendalam (deep learning) dan bermakna.

KSP disusun berdasarkan Capaian Pembelajaran (CP) yang menjadi kompetensi minimum yang harus dicapai peserta didik pada setiap fase pembelajaran. Selanjutnya, CP dijabarkan ke dalam Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) yang disusun secara sistematis, logis, dan berkesinambungan sebagai pedoman guru dalam melaksanakan proses pembelajaran. Dengan adanya ATP, penyusunan KSP ini diharapkan dapat menjadi pedoman yang efektif dalam mewujudkan proses pembelajaran yang berkualitas, berkarakter, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu menghasilkan lulusan yang unggul, berdaya saing, dan memiliki kompetensi global tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya bangsa.

B. DASAR HUKUM

Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) SMP Negeri ................................. Tahun Pelajaran ................ didasarkan pada peraturan perundang-undangan dan regulasi pendidikan sebagai berikut:

  1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
  2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2022 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan.
  4. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter.
  5. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah.
  6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah.
  7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah.
  8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan.
  9. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2022 tentang Standar Kompetensi Lulusan pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.
  10. Hasil rapat dewan guru, komite sekolah, dan pemangku kepentingan SMP Negeri ................................. tentang penyusunan dan pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan Tahun Pelajaran ................... .

C. TUJUAN PENYUSUNAN KSP

Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) SMP Negeri ................................. Tahun Pelajaran ................ bertujuan untuk menjadi pedoman dalam penyelenggaraan pendidikan yang sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan, kebutuhan peserta didik, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kebijakan Kurikulum Merdeka. Adapun tujuan penyusunan KSP ini adalah sebagai berikut:

  1. Menjadi pedoman bagi satuan pendidikan dalam merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, dan mengembangkan proses pembelajaran secara terarah, sistematis, dan berkelanjutan.
  2. Mewujudkan implementasi Kurikulum Merdeka yang fleksibel, kontekstual, dan berpihak kepada peserta didik sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan belajar peserta didik.
  3. Menjadi dasar dalam pengembangan program sekolah, kegiatan projek, penguatan budaya sekolah, dan berbagai program peningkatan mutu pendidikan.
  4. Menjadi acuan dalam pelaksanaan asesmen pembelajaran, evaluasi program sekolah, dan pengambilan keputusan dalam peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.

D. SASARAN KSP

Sasaran penyusunan dan pelaksanaan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) SMP Negeri ................................. Tahun Pelajaran ................ diarahkan kepada seluruh komponen sekolah dan pemangku kepentingan pendidikan guna mendukung terciptanya proses pembelajaran yang efektif, berkualitas, dan berorientasi pada pengembangan karakter serta kompetensi peserta didik. Adapun sasaran KSP ini meliputi:

  1. Komite Sekolah dan Masyarakat
    Terbangunnya partisipasi aktif komite sekolah dan masyarakat dalam mendukung:
    o Program pendidikan,
    o Pengembangan sekolah,
    o Penguatan lingkungan belajar,
    o Peningkatan mutu layanan pendidikan.
  2. Pemangku Kepentingan Pendidikan
    Terwujudnya sinergi antara sekolah dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dunia industri, lembaga pendidikan, dan berbagai pihak terkait dalam mendukung pengembangan kualitas pendidikan dan penguatan kompetensi peserta didik.

Melalui sasaran tersebut, diharapkan pelaksanaan KSP mampu mendukung terwujudnya pendidikan yang berkualitas, berkarakter, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan menghasilkan lulusan yang unggul serta berdaya saing global.

E. FUNGSI KSP

Kurikulum Satuan Pendidikan merupakan dokumen hidup (living document) yang membantu satuan pendidikan untuk menyelenggarakan pendidikan berkualitas yang terwujud melalui proses analisis, refleksi, dan evaluasi berbasis data yang telah dijalankan secara sistematis dan terstruktur, yang berfungsi:

  1. Memunculkan kemandirian dan mengembangkan kompetensi kepala satuan pendidikan, pendidik, dan tenaga kependidikan untuk mengorganisasi dan merencanakan pembelajaran dengan lebih efektif dan efisien sesuai dengan kondisi dari satuan pendidikan untuk mencapai tujuannya.
  2. Membantu kepala satuan pendidikan melakukan diversifikasi kurikulum berdasarkan hasil identifikasi potensi dan karakteristik daerah, satuan pendidikan, dan murid. Diversifikasi ini diharapkan dapat memperkuat ciri khas satuan pendidikan dan membantu untuk mencapai visi, misi, dan tujuannya.
  3. Memunculkan rasa kepemilikan dan kolaborasi dalam menyukseskan pelaksanaan kurikulumnya menuju pendidikan yang berkualitas melalui proses keterlibatan berbagai pemangku kepentingan.

F. PRINSIP PENGEMBANGAN KSP

  1. Berpusat Pada Murid
    Pembelajaran harus memenuhi keragaman potensi, kebutuhan perkembangan dan tahapan belajar, serta kepentingan Murid.
  2. Kontekstual
    Menunjukkan diversifikasi, berdasarkan pada karakteristik satuan pendidikan, konteks daerah (sosial budaya dan lingkungan), serta dunia kerja (khusus SMK).
  3. Esensial
    Memuat semua unsur informasi penting/utama yang dibutuhkan dan digunakan di satuan pendidikan. Bahasa yang digunakan lugas, ringkas, dan mudah dipahami.
  4. Akuntabel
    Dapat dipertanggungjawabkan karena berbasis data dan aktual.
  5. Melibatkan berbagai pemangku kepentingan
    Pengembangan kurikulum satuan pendidikan melibatkan komite satuan pendidikan dan berbagai pemangku kepentingan antara lain orang tua, organisasi, berbagai sentra, serta dunia kerja untuk SMK dan SLB/SMALB, di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama sesuai dengan kewenangannya.

G. ACUAN PENGEMBANGAN KSP

Pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) SMP Negeri ................................. mengacu pada Standar Nasional Pendidikan sebagai dasar dalam penyelenggaraan pendidikan yang bermutu, terarah, dan berkelanjutan. Standar Nasional Pendidikan merupakan kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang digunakan sebagai acuan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pendidikan.

Standar Nasional Pendidikan yang menjadi acuan dalam pengembangan kurikulum meliputi:

a. Standar Kompetensi Lulusan
Standar Kompetensi Lulusan digunakan sebagai acuan utama dalam menentukan kompetensi peserta didik yang mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Standar ini menjadi dasar dalam pembentukan karakter, pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, serta penguatan profil lulusan sesuai tujuan pendidikan nasional.

b. Standar Isi
Standar Isi digunakan sebagai acuan dalam penyusunan ruang lingkup materi pembelajaran dan tingkat kompetensi yang harus dicapai peserta didik pada setiap jenjang dan fase pembelajaran. Standar ini menjadi dasar dalam pengembangan struktur kurikulum, capaian pembelajaran, serta pengorganisasian pembelajaran di satuan pendidikan.

c. Standar Proses
Standar Proses menjadi pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran agar berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, bermakna, dan berpihak kepada peserta didik. Standar ini menekankan pembelajaran aktif, diferensiasi, penguatan literasi dan numerasi, pembelajaran berbasis projek, serta pengembangan keterampilan abad ke-21 dan HOTS.

d. Standar Penilaian Pendidikan
Standar Penilaian Pendidikan menjadi acuan dalam pelaksanaan asesmen untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. Penilaian dilakukan secara berkelanjutan untuk memantau kemajuan belajar murid.

--- HALAMAN BARU ---

BAB II
ANALISIS KARAKTERISTIK SATUAN PENDIDIKAN

A. ANALISIS KONTEKS

Analisis konteks merupakan langkah awal dalam penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) yang bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi nyata satuan pendidikan sebagai dasar dalam merancang program pembelajaran dan pengembangan sekolah yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik serta karakteristik lingkungan sekolah.

Analisis konteks di SMP Negeri ................................. dilakukan secara menyeluruh terhadap berbagai aspek yang memengaruhi penyelenggaraan pendidikan, baik faktor internal maupun eksternal sekolah. Hasil analisis konteks digunakan sebagai dasar dalam menentukan arah pengembangan kurikulum, strategi pembelajaran, program sekolah, serta upaya peningkatan mutu pendidikan.

Adapun aspek-aspek yang dianalisis meliputi:

  1. Karakteristik Satuan Pendidikan
    a. Karakteristik Lingkungan Sekolah
    b. Karakteristik Peserta didik
    c. Karakteristik Pendidik dan Tenaga Kependidikan
    d. Karakteristik Pembelajaran
    e. Karakteristik Kemitraan dan Partisipasi Masyarakat
  2. Potensi dan Peluang Pengembangan
  3. Tantangan dan Permasalahan

B. KARAKTERISTIK SATUAN PENDIDIKAN

SMP Negeri ................................. merupakan satuan pendidikan pada jenjang Sekolah Menengah Pertama yang menyelenggarakan pendidikan umum dengan berorientasi pada pengembangan karakter, kompetensi akademik, keterampilan abad ke-21, serta pembentukan profil lulusan yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional dan prinsip Kurikulum Merdeka.

Berangkat dari karakteristik tersebut, SMP Negeri ................................. berkomitmen untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas, berkarakter, inklusif, dan mampu menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, serta siap menghadapi tantangan perkembangan zaman.

C. POTENSI DAN PELUANG PENGEMBANGAN

SMP Negeri ................................. memiliki berbagai potensi dan peluang yang dapat dikembangkan sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan dan penguatan kualitas layanan pembelajaran sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Potensi dan peluang tersebut menjadi modal utama dalam menciptakan lingkungan belajar yang inovatif, adaptif, dan berorientasi pada pengembangan karakter serta kompetensi peserta didik.

Potensi dan peluang pengembangan di SMP Negeri ................................. meliputi beberapa aspek sebagai berikut:

  1. Potensi Peserta Didik
    Peserta didik memiliki beragam potensi, minat, bakat, serta kemampuan akademik dan nonakademik yang dapat dikembangkan melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Potensi tersebut meliputi:
    - Prestasi akademik,
    - Seni dan budaya,
    - Olahraga,
    - Teknologi dan kreativitas,
    - Kepemimpinan,
    - Kegiatan keagamaan dan sosial.
    Keragaman potensi peserta didik menjadi peluang bagi sekolah untuk mengembangkan program pembinaan dan penguatan kompetensi secara optimal.
  2. Potensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan
    Pendidik dan tenaga kependidikan memiliki semangat kerja sama, komitmen, dan kemauan untuk terus meningkatkan kompetensi profesional. Hal ini menjadi peluang dalam:
    - Pengembangan inovasi pembelajaran,
    - Penyelenggaraan kelas interaktif dan adaptif.

D. TANTANGAN DAN PERMASALAHAN

Dalam pelaksanaan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP), SMP Negeri ................................. menghadapi berbagai tantangan dan permasalahan yang perlu diidentifikasi serta dicarikan solusi secara berkelanjutan guna meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas pembelajaran. Tantangan dan permasalahan tersebut berasal dari faktor internal maupun eksternal yang memengaruhi proses penyelenggaraan pendidikan. Oleh karena itu, sekolah berupaya melakukan berbagai langkah strategis untuk mengatasi hambatan serta mengoptimalkan potensi yang dimiliki.

Adapun tantangan dan permasalahan yang dihadapi SMP Negeri ................................. antara lain sebagai berikut:

  1. Keberagaman Karakteristik Peserta Didik
    Peserta didik memiliki latar belakang sosial, ekonomi, budaya, kemampuan akademik, minat, bakat, dan gaya belajar yang beragam. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi guru dalam memberikan layanan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing peserta didik melalui pembelajaran berdiferensiasi.
    Selain itu, masih terdapat peserta didik yang memerlukan pendampingan dalam:
    - Kedisiplinan,
    - Motivasi belajar,
    - Kemampuan literasi dan numerasi,
    - Penguatan karakter,
    - Pengendalian penggunaan teknologi dan media sosial.
  2. Penguatan Implementasi Kurikulum Merdeka
    Pelaksanaan Kurikulum Merdeka memerlukan pemahaman dan kesiapan seluruh warga sekolah, terutama dalam:
    - Penyusunan perangkat ajar,
    - Pengembangan ATP,
    - Pembelajaran berbasis projek,
    - Asesmen formatif dan sumatif.
--- HALAMAN BARU ---

BAB III
VISI, MISI, DAN TUJUAN SEKOLAH

A. VISI SEKOLAH

Terwujudnya peserta didik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkarakter Pancasila, unggul dalam prestasi, literat, kreatif, peduli lingkungan, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Indikator Visi Sekolah

  1. Terwujudnya peserta didik yang memiliki keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Terbentuknya karakter peserta didik yang mencerminkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila, seperti gotong royong, mandiri, bernalar kritis, kreatif, dan berkebinekaan global.
  3. Meningkatnya prestasi peserta didik dalam bidang akademik maupun nonakademik di tingkat daerah, nasional, maupun internasional.
  4. Terwujudnya budaya literasi dan numerasi dalam seluruh kegiatan pembelajaran dan kehidupan sekolah.
  5. Berkembangnya kreativitas, inovasi, dan keterampilan abad ke-21 (4C) peserta didik dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman.
  6. Terwujudnya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, bersih, sehat, ramah anak, dan berwawasan lingkungan.
  7. Meningkatnya kemampuan peserta didik dan pendidik dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi secara bijak dan bertanggung jawab.
  8. Terwujudnya kerja sama yang harmonis antara sekolah, orang tua, komite sekolah, dan masyarakat dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan.

Penjabaran Visi Sekolah

Visi SMP Negeri ................................ disusun sebagai arah pengembangan sekolah dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan relevan dengan perkembangan zaman. Visi tersebut mencerminkan komitmen sekolah untuk membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul dalam aspek akademik, tetapi juga memiliki karakter, keterampilan, dan kepedulian sosial yang baik.

Melalui visi ini, sekolah berupaya menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pengembangan potensi peserta didik secara optimal melalui pembelajaran yang aktif, kreatif, inovatif, menyenangkan, dan berpihak kepada peserta didik sesuai prinsip Kurikulum Merdeka.

Selain itu, visi sekolah juga menekankan pentingnya penguatan literasi, numerasi, keterampilan abad ke-21, pemanfaatan teknologi, serta pembentukan karakter Profil Pelajar Pancasila sebagai bekal peserta didik dalam menghadapi tantangan masa depan tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya bangsa dan kearifan lokal.

B. MISI SEKOLAH

Untuk mewujudkan visi sekolah, SMP Negeri ................................ menetapkan misi sebagai berikut:

  1. Menyelenggarakan pendidikan yang mampu membentuk peserta didik beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, serta memiliki karakter sesuai nilai-nilai Pancasila.
  2. Melaksanakan pembelajaran yang aktif, kreatif, inovatif, menyenangkan, dan berpihak kepada peserta didik sesuai prinsip Kurikulum Merdeka.
  3. Mengembangkan budaya literasi dan numerasi dalam seluruh kegiatan pembelajaran dan kehidupan sekolah.
  4. Mengembangkan keterampilan abad ke-21 (4C), yaitu berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi melalui pembelajaran kontekstual dan berbasis projek.
  5. Mengembangkan kemampuan Higher Order Thinking Skills (HOTS) peserta didik melalui pembelajaran yang mendorong kemampuan menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta.
  6. Mengembangkan potensi, minat, bakat, dan prestasi peserta didik dalam bidang akademik maupun nonakademik secara optimal.
  7. Menumbuhkan budaya disiplin, tanggung jawab, gotong royong, toleransi, kepedulian sosial, dan cinta lingkungan dalam kehidupan sekolah.
  8. Mengembangkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, sehat, bersih, ramah anak, dan berwawasan lingkungan.
  9. Mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pembelajaran dan pengelolaan sekolah.
  10. Meningkatkan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan melalui pengembangan kompetensi dan budaya kerja kolaboratif.
  11. Menjalin kerja sama yang harmonis antara sekolah, orang tua, komite sekolah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan.
  12. Mewujudkan tata kelola sekolah yang efektif, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.

Penjabaran Misi Sekolah

Misi sekolah disusun sebagai langkah strategis untuk mencapai visi sekolah dan menjadi pedoman dalam penyelenggaraan seluruh program pendidikan di SMP Negeri ................................ . Pelaksanaan misi dilakukan melalui pengembangan pembelajaran yang berkualitas, penguatan karakter peserta didik, peningkatan kompetensi pendidik, serta pengembangan budaya sekolah yang positif.

Melalui misi tersebut, sekolah berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal baik dalam aspek akademik, karakter, keterampilan sosial, maupun kreativitas sehingga mampu menghasilkan lulusan yang unggul, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan perkembangan zaman.

C. TUJUAN SEKOLAH

Tujuan SMP Negeri ................................ disusun sebagai penjabaran dari visi dan misi sekolah serta menjadi arah dalam penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Tujuan sekolah dirumuskan dengan memperhatikan karakteristik satuan pendidikan, kebutuhan peserta didik, dan dinamika lingkungan sekitar untuk menjamin pendidikan yang komprehensif.

D. STRATEGI PENCAPAIAN

Untuk mewujudkan visi, misi, dan tujuan sekolah, SMP Negeri ................................ menetapkan berbagai strategi pencapaian yang dilaksanakan secara terencana, sistematis, kolaboratif, dan berkelanjutan sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Strategi ini menjadi pedoman dalam pelaksanaan program sekolah, pengembangan pembelajaran, penguatan karakter, serta peningkatan mutu pendidikan.

Adapun strategi pencapaian yang dilaksanakan meliputi:

  1. Penguatan Pembelajaran yang Berpihak kepada Peserta Didik
    Sekolah melaksanakan pembelajaran yang:
    - Berpusat pada peserta didik,
    - Aktif, kreatif, inovatif, dan menyenangkan,
    - Mengakomodasi kebutuhan belajar peserta didik melalui pembelajaran berdiferensiasi,
    - Mengembangkan potensi, minat, dan bakat peserta didik secara optimal.
  2. Penguatan Literasi dan Numerasi
    Sekolah mengembangkan budaya literasi dan numerasi melalui:
    - Program pembiasaan membaca,
    - Pojok baca kelas,
    - Gerakan literasi sekolah,
    - Integrasi literasi dan numerasi dalam seluruh mata pelajaran,
    - Kegiatan pemecahan masalah kontekstual.
  3. Pengembangan Keterampilan Abad ke-21 (4C)
    Pembelajaran dirancang untuk mengembangkan:
    - Critical Thinking (berpikir kritis),
    - Creativity (kreativitas),
    - Communication (komunikasi),
    - Collaboration (kolaborasi),
    melalui diskusi, projek, presentasi, kerja kelompok, dan pembelajaran berbasis masalah.
--- HALAMAN BARU ---

BAB IV
PENGORGANISASIAN PEMBELAJARAN

A. PENGORGANISASIAN PEMBELAJARAN SMP

Pengorganisasian pembelajaran di SMP Negeri ................................ merupakan pengaturan seluruh proses pembelajaran yang dirancang untuk mendukung ketercapaian tujuan pendidikan, pengembangan karakter, serta penguatan kompetensi peserta didik sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Pengorganisasian pembelajaran dilaksanakan secara fleksibel, kontekstual, dan berpihak kepada peserta didik dengan memperhatikan karakteristik satuan pendidikan, kebutuhan belajar peserta didik, Capaian Pembelajaran (CP), Penguatan delapan dimensi profil lulusan, Literasi dan numerasi, Keterampilan abad ke-21 (4C), Higher Order Thinking Skills (HOTS), Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.

Pelaksanaan pembelajaran di SMP Negeri ................................ diselenggarakan melalui tiga bentuk kegiatan utama, yaitu intrakurikuler; kokurikuler; dan ekstrakurikuler. Ketiga bentuk kegiatan tersebut dilaksanakan secara terpadu untuk mendukung perkembangan peserta didik secara menyeluruh baik dalam aspek sikap, pengetahuan, keterampilan, karakter, kreativitas, maupun kemampuan sosial. Dalam pelaksanaannya, sekolah menerapkan pembelajaran yang aktif, kreatif, inovatif, menyenangkan, kolaboratif, berdiferensiasi, berbasis projek, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi dan karakter peserta didik.

Pengorganisasian pembelajaran juga memperhatikan kalender akademik, beban belajar peserta didik, struktur kurikulum, ketersediaan sarana prasarana, kesiapan pendidik dan tenaga kependidikan, kondisi lingkungan sekolah dan masyarakat. Melalui pengorganisasian pembelajaran yang terencana dan sistematis, SMP Negeri ................................ berupaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan bermakna sehingga peserta didik dapat berkembang secara optimal sesuai potensi, minat, bakat, dan tahap perkembangannya.

B. STRUKTUR KURIKULUM

Struktur Kurikulum SMP Negeri ................................ disusun sebagai pedoman dalam penyelenggaraan pembelajaran yang mengacu pada ketentuan Kurikulum Merdeka serta disesuaikan dengan karakteristik satuan pendidikan, kebutuhan peserta didik, dan kondisi lingkungan sekolah. Struktur kurikulum memuat pengorganisasian mata pelajaran, alokasi waktu pembelajaran, kegiatan kokurikuler, dan kegiatan ekstrakurikuler yang dirancang untuk mendukung pencapaian kompetensi peserta didik secara utuh dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Penyusunan struktur kurikulum bertujuan untuk memberikan fleksibilitas pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik; mendukung pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik; mengintegrasikan literasi, numerasi, 4C, dan HOTS dalam pembelajaran; mengembangkan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna; mendukung penguatan delapan dimensi profil lulusan.

Struktur kurikulum di SMP Negeri ................................ terdiri atas kegiatan intrakurikuler; kokurikuler/projek penguatan profil lulusan; ekstrakurikuler. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan secara reguler, blok, kolaboratif, berbasis projek, kontekstual sesuai kebutuhan sekolah.

  1. Mata Pelajaran
    Mata pelajaran yang diajarkan di SMP Negeri ................................ meliputi:
    a. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti;
    b. Pendidikan Pancasila;
    c. Bahasa Indonesia;
    d. Matematika;
    e. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA);
    f. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS);
    g. Bahasa Inggris;
    h. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan;
    i. Informatika;
    j. Seni dan Budaya;
    k. Prakarya.

Muatan lokal dapat diintegrasikan ke dalam mata pelajaran atau dikembangkan sesuai kebutuhan dan karakteristik daerah.

Tabel 6. Alokasi waktu mata pelajaran SMP/MTs atau bentuk lain yang sederajat kelas VII-VIII (Asumsi 1 tahun = 36 minggu dan 1 JP = 40 menit)

No Mata Pelajaran Alokasi Intrakurikuler per Tahun Alokasi Kokurikuler (JP per Tahun) Total JP per Tahun
Mata Pelajaran Wajib
1Pendidikan Agama dan Budi Pekerti a)
Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti a)
Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti a)
Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti a)
Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti a)
Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti a)
7236108
2Pendidikan Pancasila7236108
3Bahasa Indonesia18036216
4Matematika14436180
5Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)14436180
6Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)10836144
7Bahasa Inggris10836144
8Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan7236108
9Informatika721890
10Seni, Budaya dan Prakarya b)
1. Seni Musik
2. Seni Rupa
3. Seni Teater
721890

  1. Pengembangan Karakter dan Budaya Sekolah
    Struktur kurikulum juga mendukung penguatan karakter melalui pembiasaan budaya positif, kegiatan keagamaan, program literasi, kegiatan sosial, budaya hidup bersih dan sehat, penguatan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila. Melalui struktur kurikulum yang fleksibel dan kontekstual, SMP Negeri ................................ berupaya menciptakan pembelajaran yang bermakna, berkualitas, dan mampu mendukung pengembangan potensi peserta didik secara optimal sesuai tuntutan perkembangan zaman dan kebutuhan masa depan.

C. INTRAKURIKULER

Kegiatan intrakurikuler merupakan kegiatan pembelajaran utama yang dilaksanakan melalui mata pelajaran sesuai dengan struktur kurikulum yang telah ditetapkan. Pembelajaran intrakurikuler di SMP Negeri ................................ dirancang untuk mencapai Capaian Pembelajaran (CP) pada setiap fase sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Pelaksanaan pembelajaran intrakurikuler berorientasi pada pengembangan kompetensi peserta didik secara utuh yang mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Pembelajaran dilaksanakan secara aktif, kreatif, inovatif, menyenangkan, dan berpihak kepada peserta didik sesuai kebutuhan dan tahap perkembangannya.

Dalam pelaksanaannya, pembelajaran intrakurikuler menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, pembelajaran kontekstual, pembelajaran berbasis projek, pembelajaran kolaboratif, pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran yang mengembangkan HOTS. Selain itu, pembelajaran intrakurikuler mengintegrasikan literasi membaca dan menulis, literasi digital, numerasi, keterampilan abad ke-21 (4C), pendidikan karakter, delapan dimensi profil lulusan, dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.

  1. Tujuan Pembelajaran Intrakurikuler
    Pembelajaran intrakurikuler bertujuan untuk:
    a. Mengembangkan kompetensi peserta didik sesuai Capaian Pembelajaran;
    b. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif;
    c. Mengembangkan kemampuan komunikasi dan kolaborasi;

proses pembelajaran, program remedial, program pengayaan, dan pelaporan hasil belajar peserta didik.

  1. Penguatan Literasi, Numerasi, 4C, dan HOTS
    Pembelajaran intrakurikuler di SMP Negeri ................................ dilaksanakan dengan mengintegrasikan literasi membaca, menulis, dan digital, numerasi dalam konteks kehidupan sehari-hari, Critical Thinking, Creativity, Communication, Collaboration, dan Higher Order Thinking Skills (HOTS). Integrasi dilakukan melalui aktivitas pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk menganalisis informasi, memecahkan masalah, menyampaikan ide, bekerja sama, menghasilkan karya kreatif, dan mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi.
  2. Pembelajaran Berdiferensiasi
    Pembelajaran intrakurikuler dilaksanakan dengan memperhatikan keberagaman kesiapan belajar peserta didik, minat dan bakat, profil belajar, kemampuan akademik. Guru memberikan layanan pembelajaran yang fleksibel melalui diferensiasi konten, diferensiasi proses, diferensiasi produk, diferensiasi lingkungan belajar.
  3. Pemanfaatan Teknologi dalam Pembelajaran
    Sekolah mendorong pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran intrakurikuler melalui media pembelajaran digital, platform pembelajaran, video pembelajaran, presentasi interaktif, dan pemanfaatan internet sebagai sumber belajar. Pemanfaatan teknologi dilakukan secara bijak, aman, dan bertanggung jawab untuk mendukung pembelajaran yang efektif dan inovatif.
    Melalui kegiatan intrakurikuler yang terencana dan berkualitas, SMP Negeri ................................ berupaya menciptakan pembelajaran yang bermakna, menyenangkan, dan mampu mengembangkan potensi peserta didik secara optimal sesuai tuntutan perkembangan zaman dan kebutuhan masa depan.

D. KOKURIKULER

Kegiatan kokurikuler merupakan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di luar kegiatan intrakurikuler untuk memperkuat pencapaian karakter dan kompetensi yang mendukung pengembangan keterampilan abad ke-21.

E. EKSTRAKURIKULER

Kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan pengembangan diri yang dilaksanakan di luar kegiatan intrakurikuler dan kokurikuler untuk mengembangkan potensi, minat, bakat, karakter, serta keterampilan peserta didik secara optimal. Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler di SMP Negeri ................................ bertujuan untuk memberikan ruang kepada peserta didik dalam mengembangkan kemampuan akademik maupun nonakademik sesuai minat dan bakat masing-masing. Kegiatan ini juga menjadi sarana pembentukan karakter, penguatan keterampilan sosial, kepemimpinan, disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama.

Kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan secara terencana, terarah, dan berkelanjutan dengan memperhatikan karakteristik peserta didik, potensi sekolah, serta kebutuhan lingkungan sekitar.

  1. Tujuan Kegiatan Ekstrakurikuler
    Kegiatan ekstrakurikuler bertujuan untuk:
    a. Mengembangkan minat dan bakat peserta didik;
    b. Mengembangkan kreativitas dan keterampilan peserta didik;
    c. Menanamkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama;
    d. Mengembangkan kemampuan kepemimpinan dan komunikasi;
    e. Mengembangkan karakter dan budaya positif;
    f. Mengembangkan prestasi akademik dan nonakademik;
    g. Memberikan pengalaman belajar di luar kelas secara bermakna.
  2. Prinsip Pelaksanaan Ekstrakurikuler
    Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler dilakukan berdasarkan prinsip sukarela sesuai minat peserta didik, aktif dan menyenangkan, mengembangkan potensi peserta didik, mendorong kreativitas dan kolaborasi, mengutamakan keselamatan dan kenyamanan peserta didik, dan mendukung pembentukan karakter dan profil lulusan.
  3. Jenis Kegiatan Ekstrakurikuler
    Kegiatan ekstrakurikuler di SMP Negeri ................................ dapat meliputi kegiatan pramuka, pmr, olahraga, seni budaya, dan keagamaan.
  1. Evaluasi Kegiatan Ekstrakurikuler
    Sekolah melaksanakan evaluasi kegiatan ekstrakurikuler secara berkala untuk mengetahui perkembangan peserta didik, menilai efektivitas program, mengembangkan kualitas kegiatan, meningkatkan prestasi peserta didik. Evaluasi dilakukan melalui kehadiran peserta didik, keaktifan dalam kegiatan, prestasi yang dicapai, sikap dan karakter peserta didik, dan dokumentasi kegiatan.
  2. Prestasi dan Pengembangan Potensi Peserta Didik
    Kegiatan ekstrakurikuler menjadi sarana bagi peserta didik untuk mengembangkan bakat dan minat, mengikuti kompetisi, mengembangkan kreativitas, meningkatkan rasa percaya diri, mengembangkan kemampuan sosial dan kepemimpinan. Sekolah memberikan dukungan terhadap pengembangan prestasi peserta didik baik di tingkat sekolah, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, nasional, maupun internasional.
    Melalui kegiatan ekstrakurikuler yang terencana dan berkualitas, SMP Negeri ................................ berupaya menciptakan peserta didik yang aktif, kreatif, disiplin, mandiri, berprestasi, dan memiliki karakter yang kuat sesuai nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila.

F. KALENDER AKADEMIK

Kalender akademik SMP Negeri ................................ disusun sebagai pedoman dalam penyelenggaraan kegiatan pendidikan selama satu tahun pelajaran. Kalender akademik mengatur waktu pelaksanaan kegiatan pembelajaran, asesmen, projek kokurikuler, kegiatan ekstrakurikuler, hari libur, serta program sekolah lainnya agar seluruh kegiatan pendidikan dapat berlangsung secara terencana, efektif, dan berkelanjutan.

Penyusunan kalender akademik mengacu pada:

  • Kalender pendidikan yang ditetapkan oleh pemerintah daerah;
  • Ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
  • Karakteristik dan kebutuhan satuan pendidikan;
  • Program kerja sekolah;
  • Jumlah minggu efektif pembelajaran.
  • a. Istirahat;
  • b. Pengembangan diri;
  • c. Kegiatan keluarga;
  • d. Kegiatan sosial dan keagamaan.
  • Kegiatan Sekolah dalam Kalender Akademik
    Selain kegiatan pembelajaran, kalender akademik juga memuat:
    a. Upacara sekolah;
    b. Kegiatan keagamaan;
    c. Kegiatan literasi;
    d. Lomba dan kompetisi;
    e. Kegiatan ekstrakurikuler;
    f. Projek penguatan profil lulusan;
    g. Kegiatan sosial dan lingkungan;
    h. Supervisi dan evaluasi sekolah.
  • Evaluasi Kalender Akademik
    Sekolah melakukan evaluasi pelaksanaan kalender akademik secara berkala untuk memastikan:
    a. Keterlaksanaan program sekolah;
    b. Efektivitas waktu pembelajaran;
    c. Kesesuaian dengan kebutuhan peserta didik;
    d. Peningkatan mutu pembelajaran dan layanan pendidikan.
    Melalui kalender akademik yang terencana dan sistematis, SMP Negeri ................................ berupaya menciptakan proses pendidikan yang tertib, efektif, dan mendukung tercapainya tujuan pendidikan secara optimal.

G. KRITERIA KENAIKAN KELAS DAN KELULUSAN

Kriteria kenaikan kelas dan kelulusan di SMP Negeri ................................ ditetapkan sebagai pedoman dalam menentukan keberhasilan peserta didik dalam menyelesaikan proses pembelajaran pada setiap fase dan jenjang pendidikan sesuai dengan ketentuan Kurikulum Merdeka dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Penetapan kriteria kenaikan kelas dan kelulusan dilakukan secara komprehensif,

  • c. Pembinaan karakter;
  • d. Bimbingan dan konseling;
  • e. Pengembangan potensi dan prestasi peserta didik.

Bagi peserta didik yang telah lulus, sekolah memberikan pendampingan dan arahan dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sesuai minat, bakat, dan potensi masing-masing. Melalui penetapan kriteria kenaikan kelas dan kelulusan yang objektif dan berorientasi pada perkembangan peserta didik, SMP Negeri ................................ berupaya mewujudkan lulusan yang berkarakter, kompeten, kreatif, mandiri, dan siap menghadapi tantangan pendidikan maupun kehidupan di masa depan.

H. ASESMEN NASIONAL

Asesmen Nasional merupakan program evaluasi yang diselenggarakan oleh pemerintah sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan secara nasional. Asesmen Nasional bertujuan untuk memetakan kualitas pendidikan pada satuan pendidikan melalui pengukuran kompetensi dasar, karakter peserta didik, dan kualitas lingkungan belajar.

Pelaksanaan Asesmen Nasional di SMP Negeri ................................ dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku dan menjadi bagian penting dalam penguatan budaya mutu pendidikan di sekolah. Asesmen Nasional tidak digunakan sebagai penentu kelulusan peserta didik, tetapi sebagai alat refleksi dan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan layanan pendidikan secara berkelanjutan.

  1. Tujuan Asesmen Nasional
    Pelaksanaan Asesmen Nasional bertujuan untuk:
    a. Memetakan mutu pendidikan di satuan pendidikan;
    b. Mengukur kemampuan literasi dan numerasi peserta didik;
    c. Mengukur karakter peserta didik;
    d. Mengidentifikasi kualitas lingkungan belajar di sekolah;
    e. Menjadi dasar refleksi dan perbaikan pembelajaran;
    f. Mendukung peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
  • b. Guru;
  • c. Tenaga kependidikan;
  • d. Peserta didik;
  • e. Orang tua/wali peserta didik;
  • f. Komite sekolah.

Kolaborasi seluruh pihak sangat penting dalam menciptakan budaya belajar yang positif dan mendukung peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan. Melalui pelaksanaan Asesmen Nasional, SMP Negeri ................................ berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat budaya mutu pendidikan, dan mewujudkan layanan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berorientasi pada perkembangan kompetensi peserta didik secara optimal.

I. MUTASI PESERTA DIDIK

Mutasi peserta didik merupakan proses perpindahan peserta didik dari satu satuan pendidikan ke satuan pendidikan lain yang dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pelaksanaan mutasi peserta didik di SMP Negeri ................................ dilakukan secara objektif, transparan, akuntabel, dan nondiskriminatif dengan tetap memperhatikan hak peserta didik untuk memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas. Mutasi peserta didik bertujuan untuk memberikan pelayanan pendidikan yang fleksibel sesuai kebutuhan peserta didik dan kondisi keluarga, serta menjamin keberlangsungan proses pendidikan peserta didik secara optimal.

  1. Jenis Mutasi Peserta Didik
    Mutasi peserta didik di SMP Negeri ................................ meliputi:
    a. Mutasi Masuk
    Mutasi masuk adalah perpindahan peserta didik dari sekolah lain ke SMP Negeri ................................ .
    b. Mutasi Keluar
    Mutasi keluar adalah perpindahan peserta didik dari SMP Negeri ................................ ke sekolah lain.
--- HALAMAN BARU ---

BAB V
PERENCANAAN PEMBELAJARAN

Perencanaan pembelajaran di SMP Negeri ................................ disusun sebagai pedoman dalam pelaksanaan proses pembelajaran yang terarah, sistematis, fleksibel, dan berpihak kepada peserta didik sesuai prinsip Kurikulum Merdeka. Perencanaan pembelajaran bertujuan untuk memastikan seluruh proses pembelajaran mampu mendukung ketercapaian Capaian Pembelajaran (CP), pengembangan karakter, penguatan kompetensi, serta pengembangan potensi peserta didik secara optimal.

Dalam penyusunannya, perencanaan pembelajaran memperhatikan:

  1. Karakteristik peserta didik;
  2. Kebutuhan belajar peserta didik;
  3. Karakteristik satuan pendidikan;
  4. Lingkungan belajar;
  5. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi;
  6. Penguatan delapan dimensi profil lulusan;
  7. Literasi dan numerasi;
  8. Keterampilan abad ke-21 (4C);
  9. Higher Order Thinking Skills (HOTS).

Perencanaan pembelajaran dilaksanakan secara fleksibel dan kontekstual agar pembelajaran menjadi aktif, kreatif, inovatif, menyenangkan, bermakna, berorientasi pada pengembangan kompetensi dan karakter peserta didik.

Perencanaan pembelajaran di SMP Negeri ................................ meliputi:

  1. Capaian Pembelajaran;
  2. Alur Tujuan Pembelajaran;
  3. Modul Ajar/RPPM;
  4. Asesmen Pembelajaran;
  5. Pembelajaran Berdiferensiasi;
  6. Penguatan Literasi, Numerasi, 4C, dan HOTS.

Seluruh komponen perencanaan pembelajaran disusun secara kolaboratif oleh guru melalui komunitas belajar, MGMP, dan kegiatan pengembangan profesional lainnya guna mendukung peningkatan mutu pembelajaran secara berkelanjutan.

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

Capaian Pembelajaran merupakan kompetensi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik pada setiap fase pembelajaran. CP menjadi acuan utama dalam penyusunan tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan asesmen pada Kurikulum Merdeka. Capaian Pembelajaran disusun secara fleksibel dengan memperhatikan perkembangan peserta didik, karakteristik mata pelajaran, serta kebutuhan belajar peserta didik. Bentuk Implementasi di SMP Negeri ................................ adalah sebagai berikut:

  1. Guru menyusun pembelajaran berdasarkan CP setiap fase.
  2. CP dijadikan acuan dalam penyusunan ATP dan modul ajar.
  3. Sekolah melaksanakan pembelajaran yang berorientasi pada penguasaan kompetensi peserta didik.
  4. Guru melakukan asesmen untuk mengukur ketercapaian CP secara berkelanjutan.

B. ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

Alur Tujuan Pembelajaran merupakan rangkaian tujuan pembelajaran yang disusun secara sistematis dan logis untuk mencapai Capaian Pembelajaran pada setiap fase. ATP membantu guru dalam merancang pembelajaran yang terarah, bertahap, dan sesuai kebutuhan peserta didik. Bentuk Implementasi di SMP Negeri ................................ adalah sebagai berikut:

  1. Guru menyusun ATP berdasarkan CP dan karakteristik peserta didik.
  2. ATP digunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran.
  3. ATP disusun secara kolaboratif melalui MGMP atau komunitas belajar guru.
  4. ATP dikembangkan secara fleksibel sesuai kondisi dan kebutuhan sekolah.

C. MODUL AJAR / RPPM

Modul ajar atau RPPM merupakan perangkat pembelajaran yang berisi tujuan pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, asesmen, media, serta sumber belajar yang digunakan guru dalam proses pembelajaran.

Modul ajar disusun secara fleksibel, sederhana, kontekstual, dan berpihak kepada peserta didik. Bentuk Implementasi di SMP Negeri ................................ adalah sebagai berikut:

  1. Guru menyusun modul ajar sesuai ATP dan kebutuhan peserta didik.
  2. Modul ajar memuat penguatan literasi, numerasi, 4C, dan HOTS.
  3. Guru menggunakan berbagai metode dan media pembelajaran inovatif.
  4. Modul ajar dikembangkan sesuai karakteristik lingkungan sekolah dan potensi daerah.

D. ASESMEN PEMBELAJARAN

Asesmen pembelajaran merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengetahui kebutuhan belajar, perkembangan, dan ketercapaian hasil belajar peserta didik. Asesmen dilakukan secara berkelanjutan melalui asesmen formatif dan sumatif. Bentuk Implementasi di SMP Negeri ................................ adalah sebagai berikut:

  1. Guru melaksanakan asesmen di awal pembelajaran.
  2. Guru menggunakan asesmen formatif selama proses pembelajaran.
  3. Guru melaksanakan asesmen sumatif untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran.
  4. Teknik asesmen dilakukan melalui tes tertulis, observasi, projek, portofolio, dan unjuk kerja.
  5. Hasil asesmen digunakan untuk remedial, pengayaan, dan refleksi pembelajaran.

E. PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pembelajaran yang dirancang sesuai kebutuhan, minat, kesiapan belajar, dan karakteristik peserta didik agar seluruh peserta didik dapat berkembang secara optimal. Pembelajaran dilaksanakan dengan memperhatikan profil belajar, kesiapan, dan minat peserta didik melalui diferensiasi konten, proses, dan produk.

F. PENGUATAN LITERASI, NUMERASI, 4C, DAN HOTS

Penguatan literasi dan numerasi serta keterampilan abad 21 (Critical Thinking, Creativity, Communication, Collaboration) dan Higher Order Thinking Skills (HOTS) diintegrasikan dalam setiap mata pelajaran untuk membekali peserta didik dengan kemampuan memecahkan masalah kontekstual yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

--- HALAMAN BARU ---

BAB VI
PENDAMPINGAN, EVALUASI, DAN
PENGEMBANGAN PROFESIONAL

Pendampingan, evaluasi, dan pengembangan profesional di SMP Negeri ................................ dilaksanakan sebagai upaya peningkatan mutu pembelajaran, kompetensi pendidik, serta kualitas layanan pendidikan secara berkelanjutan. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis, kolaboratif, reflektif, dan berorientasi pada perbaikan proses pembelajaran sesuai prinsip Kurikulum Merdeka.

Pelaksanaan pendampingan dan evaluasi bertujuan untuk memastikan proses pembelajaran berjalan efektif, berpihak kepada peserta didik, serta mendukung ketercapaian tujuan pendidikan dan penguatan karakter peserta didik.

A. PENDAMPINGAN

Pendampingan merupakan proses pembinaan dan dukungan kepada pendidik dalam melaksanakan pembelajaran agar berjalan efektif, inovatif, dan sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Pendampingan dilakukan oleh kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru senior, pengawas sekolah, maupun komunitas belajar guru melalui:

  1. Diskusi dan refleksi pembelajaran;
  2. Coaching dan mentoring;
  3. Pendampingan penyusunan perangkat ajar;
  4. Pendampingan implementasi pembelajaran berdiferensiasi;
  5. Penguatan literasi, numerasi, 4C, dan HOTS.

Bentuk Implementasi di SMP Negeri ................................ adalah sebagai berikut:

  1. Pendampingan penyusunan ATP dan modul ajar;
  2. Diskusi refleksi pembelajaran secara berkala;
  3. Kegiatan komunitas belajar guru;
  4. Pendampingan penggunaan teknologi pembelajaran.

B. SUPERVISI

Supervisi kelas diselenggarakan secara rutin menggunakan instrumen penilaian objektif, guna memonitor performa guru dalam mengelola kelas, menguji kelayakan modul ajar, serta mengevaluasi model asesmen pembelajaran. Hasil supervisi digunakan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan kinerja secara terukur.

C. EVALUASI PEMBELAJARAN

Evaluasi implementasi kurikulum operasional sekolah diselenggarakan di tiap akhir tahun pelajaran, memanfaatkan rapor pendidikan sekolah, hasil belajar murid, serta masukan konstruktif dari komite dan orang tua siswa.

D. PENGEMBANGAN PROFESIONAL GURU

Pengembangan profesional guru merupakan upaya peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan agar mampu melaksanakan pembelajaran yang berkualitas, inovatif, dan sesuai perkembangan pendidikan. Pengembangan profesional dilakukan melalui:

  1. Workshop dan pelatihan;
  2. MGMP dan komunitas belajar;
  3. Seminar pendidikan;
  4. Pengembangan perangkat ajar;
  5. Pelatihan teknologi pembelajaran;
  6. Kegiatan refleksi dan berbagi praktik baik.

Bentuk Implementasi di SMP Negeri ................................ adalah sebagai berikut:

  1. Keikutsertaan guru dalam pelatihan Kurikulum Merdeka;
  2. Pengembangan komunitas belajar guru;
  3. Pelatihan pembelajaran berbasis teknologi;
  4. Berbagi praktik baik antar guru.

E. TINDAK LANJUT

Tindak lanjut merupakan upaya perbaikan dan pengembangan yang dilakukan berdasarkan hasil pendampingan, supervisi, dan evaluasi pembelajaran. Tindak lanjut dilakukan untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan layanan pendidikan secara berkelanjutan melalui:

  1. Perbaikan perangkat pembelajaran;
  2. Program peningkatan kompetensi guru;
  3. Penguatan budaya refleksi;
  4. Program remedial dan pengayaan;
  5. Pengembangan inovasi pembelajaran.

Bentuk Implementasi di SMP Negeri ................................ adalah sebagai berikut:

  • Melaksanakan rapat evaluasi rutin setiap akhir bulan.
  • Menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) berbasis rapor pendidikan.
  • Menyelenggarakan pelatihan internal (In-House Training) sesuai kebutuhan guru.
--- HALAMAN BARU ---

BAB VII
PENUTUP

A. KESIMPULAN

Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) SMP Negeri ................................ disusun sebagai pedoman dalam penyelenggaraan pendidikan yang mengacu pada Kurikulum Merdeka, karakteristik satuan pendidikan, kebutuhan peserta didik, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. KSP menjadi acuan dalam pelaksanaan pembelajaran yang terarah, sistematis, fleksibel, dan berpihak kepada peserta didik guna mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berkarakter.

Penyusunan KSP ini mengintegrasikan berbagai komponen penting pendidikan, meliputi visi, misi, tujuan sekolah, pengorganisasian pembelajaran, perencanaan pembelajaran, asesmen, penguatan karakter, literasi, numerasi, keterampilan abad ke-21 (4C), serta Higher Order Thinking Skills (HOTS). Seluruh komponen tersebut dirancang untuk mendukung pengembangan kompetensi dan karakter peserta didik secara optimal sesuai dengan prinsip pembelajaran mendalam dan penguatan delapan dimensi profil lulusan.

Melalui implementasi KSP ini, SMP Negeri ................................ diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, kreatif, dan inovatif sehingga peserta didik dapat berkembang sesuai potensi, minat, bakat, dan tahap perkembangannya. Selain itu, sekolah juga berkomitmen meningkatkan mutu layanan pendidikan melalui penguatan profesionalisme pendidik, pemanfaatan teknologi, budaya kolaboratif, serta evaluasi dan perbaikan berkelanjutan.

Dengan adanya KSP ini, diharapkan seluruh warga sekolah, orang tua, komite sekolah, dan pemangku kepentingan dapat bekerja sama dalam mendukung pelaksanaan pendidikan yang berkualitas demi terwujudnya lulusan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkarakter Pancasila, unggul, kreatif, mandiri, dan mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman secara positif dan bertanggung jawab.

B. SARAN

Demi kelancaran implementasi kurikulum, dewan pendidik disarankan secara konsisten memutakhirkan modul ajar sesuai regulasi pendidikan terbaru, kepala sekolah menyelenggarakan supervisi kelas secara periodik, komite sekolah bersinergi mendukung pemenuhan fasilitas belajar, serta dinas terkait melakukan monitoring KSP secara komprehensif.

LAMPIRAN-LAMPIRAN

  1. SK Tim Pengembang Kurikulum (TPK) Sekolah.
  2. Kalender Akademik.
  3. Contoh Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Mandiri Lintas Fase.
  4. Contoh Modul Ajar dan Modul Projek Penguatan Dimensi Profil Lulusan.
  5. Peraturan Daerah Pendukung Penyelenggaraan Muatan Lokal.
© Generator KSP | 2026 desain oleh Yefri Haryanto